Latest Post

Tegassumbar,Padang – Yayasan STISIP Imam Bonjol menunjukkan kepedulian terhadap warga terdampak banjir (galodo) yang melanda wilayah Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Sebagai bentuk solidaritas, pihak yayasan menyalurkan ratusan nasi bungkus kepada para pengungsi yang hingga kini masih bertahan di lokasi penampungan.

Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Sekretaris Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Imam Bonjol, Bapak Yohanis, yang turut didampingi oleh pembina UKM STISIP Imam Bonjol, Ibu Bunga Bhakti Utama, dan Teguh Al Arif. Bantuan diserahkan secara door to door ke sejumlah titik pengungsian oleh mahasiswa untuk memastikan makanan tersebut sampai kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

Lokasi pengungsi korban banjir

Yohanis menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian keluarga besar STISIP Imam Bonjol terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban dan memberikan semangat di tengah kondisi sulit.

Sementara itu, para pengungsi mengaku sangat terbantu dengan adanya penyaluran nasi bungkus tersebut, mengingat akses makanan masih terbatas akibat kondisi banjir yang belum sepenuhnya surut.

Yayasan STISIP Imam Bonjol berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat, baik melalui penyaluran bantuan langsung maupun kegiatan sosial lainnya sebagai bentuk tanggung jawab sosial institusi pendidikan.

Tegassumbar - Berdasarkan unggahan video singkat akun instagram info.sumbar memperlihatkan terjadinya kecelakaan beruntun di Sitinjau Lauik. Tepat pada 30 November 2025 sekitar dinihari. Berdasarkan keterangan yang beredar kronologi kecelakaan bermula ketika adanya satu truk yang gagal melakukan pendakian sehingga truk tersebut mundur dan menabrak beberapa kendaraan di belakangnya.

Salah satunya satu unit mobil ambulans yang kabarnya lagi membawa jenazah korban banjir bandang dari RS Bhayangkara Padang menuju rumah duka di Payakumbuh.

Imbas jalan Silaing putus total ambulans tersebut terpaksa melalui jalur Solok menuju Payakumbuh. Insiden ini sangat memilukan  karena jenazah yang ada dalam ambulans terjepit di dalam hingga berjam baru berhasil dievakuasi.

Akibat kecelakaan ini jalur  lalu lintas macet panjang, termasuk ambulans yang membawa jenazah tersebut ikut tejebak dalam kemacetan.

Tegassumbar - Berdasarkan Laporan dari PUSDALOPS_PB Kaebupaten Agama pada Jum’at, 28 November 2025 sekitar pukul 18.40 WIB. Menyampaikan informasi korban bencana Banjir Bandang yang menerjang Kabupaten Agam. Sesuai dengan data yang diperoleh dari BPBD Kabupaten Agam, banjir bandang terjadi pada 27 November 2025 sekitar pukul 17.15 WIB.

Terdapat empat wilayah yang dilanda banjir bandang di Kabupaten Agam, yaitu Jorong Kampuang Tangah Barat, Jorong Kampuang Tangah Timur, Jorong Subarang Aia, dan Jorong Koto Alam. Kronologi musibah ini berawal dari intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Akibat musibah ini mengakibatkan banyak korban yang meninggal dunia. Berdasarkan informasi yang diterima oleh admin tegassumbar.com ada 34 orang meninggal dunia dan masih ada korban yang belum ditemukan sampai saat ini berjumlah 68 orang. Sedangkan jumlah warga yang diungsikan sekitar 700 orang ke tempat yang lebih aman, seperti masjid, surau, dan rumah kerabat. Berikut data terkait rincian korban yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia yakni di Jorong Kampuang Tangah Barat sebanyak 7 korban meninggal dunia yang baru ditemukan, sementara korban yang belum ditemukan sebanyak 11 orang. 

Berikutnya di Jorong Kampuang Tangah Timur sebanyak 9 orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan empat orang lainnya belum ditemukan. Selanjutnya di Jorong Koto Alam 1 orang ditemukan meninggal dunia dan 3 lainnya masih proses pencarian. Terakhir, Jorong Subarang Aia ditemukan 17 orang meninggal dunia, sementara 50 orang lainnya masih belum ditemukan. Tim PUSDALOPS_PB telah melakukan beberapa upaya dalam pencarian korban seperti, assessment dan pendataan, turun langsung ke lokasi kejadian, evakuasi korban, serta mengevakuasi warga  sakit  1 orang bernama Sarina (70 tahun) yang terjebak. Hingga saat ini Tim PUSDALOPS_PB masih turun ke lokasi untuk melakukan pencarian.

Tegassumbar - Bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk korban  bencana di Sumatera Barat (Sumbar)  mendarat menggunakan pesawat Hercules A-1339 TNI AU di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), pada Jumat, 28 November 2025.  Bantuan tersebut diterima langsung oleh Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy.

Vasko menyampaikan, seluruh bantuan Presiden akan segera dibagikan ke daerah terdampak tanpa ada penumpukan di posko. Ia menegaskan, Pemprov Sumbar telah menyiapkan prosedur pendistribusian sejak awal, termasuk jalur distribusi untuk wilayah yang mengalami dampak paling parah dalam beberapa hari terakhir.

“Begitu bantuan diterima,  kita bergerak cepat distribusikan. Tidak ada yang disimpan atau menumpuk. Kita ingin masyarakat secepatnya mendapatkan bantuan terutama di lokasi paling terdampak,” jelas Vasko setelah menerima bantuan di BIM.

Ia menyebutkan, Pemprov Sumbar telah berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota, TNI/Polri, serta seluruh unsur Forkopimda untuk memastikan distribusi bantuan sesuai kebutuhan  di lapangan.

“Kita langsung bergerak. Koordinasi pusat dan daerah harus sejalan. Semua unsur mesti bekerja dalam satu irama. Prioritas kita adalah keselamatan warga dan percepatan pemulihan,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Utama BNPB, Rustian, mengungkapkan bahwa Presiden menginstruksikan agar bantuan tidak berhenti di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Distribusi harus dilakukan secepatnya setelah barang diterima.

“Tidak ada  bantuan yang menumpuk di posko kebencanaan. Setiap bantuan yang masuk langsung didistribusikan. Ini sudah menjadi instruksi Presiden,” jelas Rustian.

Sambungnya, bantuan yang tiba di Sumbar hari ini merupakan pengiriman tahap pertama. Setelah evaluasi kebutuhan di lapangan selesai, bantuan lanjutan akan segera datang lagi. Bantuan yang dibawa oleh pesawat Hercules A-1339 TNI AU tersebut berisi tenda, perlengkapan komunikasi, genset, perahu karet, serta paket makanan cepat saji.

Pemprov Sumbar bersama Forkopimda, BPBD, TNI/Polri, dan para relawan terus memperkuat langkah penanganan darurat, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar, evakuasi, dan akses layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Tegassumbar - Duka mendalam menyelimuti prosesi pemakaman almarhum Brigadir Polisi Tri Irwansyah, personel Polda asal Riau yang meninggal dunia dalam peristiwa banjir bandang di Sumatera Barat (Sumbar). Pemakaman dilangsungkan pada Sabtu, 29 November 2025.

Almarhum Brigpol Tri Irwansyah dimakamkan di pemakaman umum Jalan Delima, yang tidak jauh dari rumah duka di perumahan Widya Graha 3 Blok G13.

Isak Tangis kerabat dan tetangga tampak di  lokasi mengikuti prosesi sebelum pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir. Brigpol Tri Irwansyah, bersama rekannya Ipda Angga Mufajar, ditimpa musibah banjir bandang saat menjalankan tugas dinas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keduanya berangkat ke Padang sejak Rabu, 26 November 2025 untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana, termasuk pemeriksaan saksi di Lapas Padang. Sementara sampai saat ini, nasib rekannya, Ipda Angga, yang bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau, belum diketahui. Jasad Ipda Angga dilaporkan belum ditemukan.

Pihak keluarga korban Brigpol Tri Irwansyah belum dapat menyampaikan keterangan resmi terkait musibah yang dialami.

Gugurnya Brigadir Tri Irwansyah saat melaksanakan tugas negara pada Kamis, 27 November 2024 mendapat penghargaan tinggi dari institusi kepolisian. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memastikan bahwa almarhum akan mendapatkan penghargaan.

"Saya sudah konfirmasi ke pimpinan, ke Bapak Kapolri. Insyaallah akan diberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi," jelas Irjen Herry Heryawan usai melepas tim bantuan ke Agam, Sumbar, Sabtu, 29 November 2025.


Kenaikan pangkat ini diberikan karena anggota yang bersangkutan meninggal dunia saat menjalankan tugas kedinasan, yakni  melakukan pemeriksaan terhadap salah satu tersangka di Lapas Padang.

Tegassumbar - Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Trisana Rahmawati S.Sos, M.M yang merupakan seorang ASN di Kabupaten Agam kepada admin tegassumbar.com bahwa pada hari Jum'at, 28 November 2025 sekitar pukul 17.30 WIB. Trisna beserta timnya yaitu Betriza, Sulastri Wahyuni, S.E dan Dio Larenzo S.AP turun ke lokasi menyalurkan bantuan berupa lauk kering dan cabe untuk dapur umum di Kecamatan Matur.

Hal ini, dibenarkan oleh Trisna selaku pimpinan tim nya, "iya benar tadi kita salurkan  bantuan untuk dapur umum di Kecamatan Matur dari dana donasi Alumni SMA Matur angkatan 97," ujarnya.

Ia mengungkapkan bantuan ini bersifat pribadi dari segenap Alumni SMA Matur angkatan 97 dan Bantuan langsung di terima oleh Bapak Camat Matur, Efendi Idris, S.Sos, M.M

Ia menjelaskan kondisi di lapangan sangat miris. Kondisi jalan yang masih lumpuh total belum bisa dilalui oleh kendaraan roda empat, listrik padam, signal tidak ada bahkan ada beberapa titik lokasi longsor yang tidak bisa dilalui kendaraan roda dua, stok pangan menipis, BBM habis, serta gas yang habis.

"kondisi di lapangan masih sangat mengkhawatirkan bahkan jalan masih lumpuh total, stok pangan pun menipis. Sementara  penyaluran bantuan dilakukan secara estafet," jelasnya.

Ia bersama tim berharap agar pemerintah dan organisasi kemanusiaan lainnya nya segera memberikan bantuan kepada keluarga kita yang lagi ditimpa musibah di Matur, mengingat stok pangan dan bahan bakar yang mulai menipis.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.